WOW.. 8 Makanan Ini Bakalan "Punah" Akibat Perubahan Iklim

WOW.. 8 Makanan Ini Bakalan "Punah" Akibat Perubahan Iklim

Ngomongin soal perubahan iklim dan pemanasan global,kita pasti tau dong apa aja dampak mengerikan yang bakal terjadi. Mulai dari naiknya permukaan air laut dan meningkatnya suhu rata-rata di bumi, itu pasti nya jadi ketakutan kita saat ini. Tapi kalo kamu ngerasa itu belom cukup menakutkan, artikel ini bakal kasih tau makanan apa aja yang gak bisa selamanya kamu jumpai di bumi akibat perubahan iklim yang terjadi. Ini dia makanan yang berdampak punah, yuk simak!




1. Kacang


Salah satu jenis makanan yang satu ini mungkin udah menjadi cemilan sehari-hari dengan harga yang sangat terjangkau. Tapi jangan dikira jika keberadaan kacang bakal berlangsung terus. Karena nyatanya, dilansir dari USA Today, perubahan iklim dan pemanasan global bisa mengancam keberadaan tanaman kacang. Bahkan, diperkirakan di tahun 2055 nanti, lebih 60 persen jenis tumbuhan kacang liar akan punah. Tumbuhan ini memang membutuhkan lahan yang rata dengan cuaca yang tidak panas, sehingga agak menyulitkan juga bagi tumbuhan kacang untuk dapat terus tumbuh di tengah perubahan iklim yang semakin panas. 

2. Ikan


Keberadaan berbagai jenis makhluk hidup di lautan juga terancam akibat kondisi bumi yang semakin memburuk. Ditambah dengan maraknya pencemaran air laut serta penangkapan ikan secara berlebihan turut membuat populasi ikan-ikan di laut semakin berkurang. Bahkan sepertinya gak butuh waktu yang lama untuk membuktikan bahaya dari fenomena ini. Dilansir dari BBC, diperkirakan populasi ikan-ikan di laut hanya mampu bertahan kurang dari 50 tahun dari sekarang.

3. Alpukat


Perubahan iklim kali ini juga berdampak pada proses produksi buah alpukat. Perlu diketahui bahwa untuk bisa memproduksi sekitar setengah kilogram alpukat dibutuhkan lebih dari 250 liter air. Besarnya kebutuhan akan air dalam proses produksi buah alpukat membuat keberlangsungan produksi buah ini akan menjadi semakin sulit dan mahal mengingat kekeringan yang kerap melanda dan berdampak pada semakin sulitnya mendapatkan air bersih.

4. Cokelat


Biji kakao yang menjadi bahan pokok dalam pembuatan makanan cokelat membutuhan topografi dengan ketinggian tertentu agar bisa tumbuh dan berbuah. Sayangnya dengan keadaan suhu bumi yang semakin memanas, laporan dari International Center for Tropical Agriculture menyatakan bahwa di tahun 2050 nanti akan dibutuhkan dataran yang lebih tinggi lagi untuk menanam tanaman ini. Imbasnya, biaya produksi akan menjadi semakin mahal dan akan semakin sulit bagi kita untuk menikmati makanan manis yang menjadi favorit semua orang ini.

5. Kopi


Jika ada yang lebih buruk dari pada gak bisa menikmati cokelat, mungkin jawaban yang tepat adalah gak bisa minum kopi lagi. Pecinta kopi juga harus wajib waspada lantaran keberadaan kopi saat ini semakin terancam dengan hama baru berupa jamur. Dilansir dari The New York Times, kenaikan suhu menyebabkan peningkatan populasi hama tersebut, di mana saat ini sudah menyebar ke sejumlah wilayah seperti di Amerika Latin dan berdampak pada pengurangan hasil produksi kopi. Jika dbiarkan, tentu saja hasil produksi kopi secara berangsur semakin sedikit dan bisa menjadikan kopi sebagai produk pangan yang langka.

6. Apel


Sebuah studi juga telah menemukan bahwa pemanasan global turut berdampak pada produksi panen buah apel. Peningkatan suhu menimbulkan kendala tersendiri untuk tanaman apel agar dapat berbuah, mengingat dibutuhkannya cuaca dengan suhu tertentu yang memungkinkan apel dapat berbuah. Tidak hanya berdampak pada panen, studi lain menunjukkan jika peningkatan suhu juga ternyata mempengaruhi rasa apel itu sendiri. Dalam kata lain, apel yang kita konsumsi saat ini tidak terasa sama dengan rasa apel 50 tahun silam, atau mungkin 50 tahun berikutnya.

7. Nasi


Sebagai asupan karbohidrat utama masyarakat Asia termasuk Indonesia, nyatanya keberadaan nasi gak luput dari ancaman bahaya perubahan iklim juga lho. Laporan dari Food and Agriculture Organization menyatakan bahwa perubahan iklim yang berdampak pada perubahan pola musim hujan, yang akhirnya mempengaruhi produksi panen beras. Peristiwa ini sudah bisa diprediksi bisa menyebabkan hasil panen kian berkurang. Bahkan dampaknya sendiri sudah bisa kita rasakan saat ini.

8. Kentang


Sebagian besar masyarakat Barat yang juga bergantung dengan makanan kentang akhirnya juga ikut terancam. Dilansir dari Vice, temperatur udara yang semakin meningkat menyulitkan kentang untuk diproduksi karena membutuhkan lingkungan dengan suhu tertentu supaya bisa tumbuh. Para petani kentang di Peru misalnya, akibat dampak dari pemanasan global akhirnya memaksa mereka untuk menanam kentang di daratan yang lebih tinggi lagi.
Ternyata dampak pemanasan global emang gak bisa disepelekan. Gak cuma alam, namun keberlangsungan kita juga ikut terancam, salah satunya dari aspek pangan. Sudah saatnya kita lebih memperhatikan lingkungan, dan jangan lupa untuk gak menyia-nyiakan makanan. Karena kita gak tahu sampai kapan kita bisa menikmatinya lagi.

Source : idntimes

Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar